Bisnis Pulsa Gratis

Rabu, 07 Juli 2010

Goresan Hati Buat Bunda

Bundaku tersayang…ini adalah goresan hatiku buat Bunda. Goresan hatiku yang hanya aku simpan di relung hatiku yang paling dalam. Goresan hati yang aku buat ketika aku merindukan Bunda. Goresan hati tentang semua rasa yang ada dalam hatiku tentang Bunda yang sulit aku ungkapkan. Rasa yang mulai ada ketika Bunda sibuk bekerja diluar rumah.


Bunda, sebetulnya aku ingin bicara langsung tentang isi hatiku ke bunda.. Aku ingin mengungkapkan semua rasa yang aku simpan selama tujuh tahun sejak Bunda hampir tidak pernah ada waktu di rumah. Aku ingin Bunda tahu, kalau selama ini aku sangat merindukan Bunda. Merindukan belaian Bunda. Aku rindu saat-saat aku bersama Bunda. Namun aku sadar Bunda tidak pernah punya waktu lagi buat berbincang-bincang sebentar sama aku..

Sejak Bunda bekerja, Bunda selalu sibuk dengan pekerjaan Bunda. Waktu Bunda selalu penuh buat urusan kantor dan meeting-meeting. Bahkan hari liburpun, Bunda hampir tidak pernah ada di rumah. Bunda selalu berada di luar kota dari pada di rumah. Kalaupun Bunda di rumah, waktu Bunda.. Bunda pergunakan buat menyelesaikan pekerjaan kantor yang Bunda bawa pulang ke rumah.

Padahal aku ingin sekali berbagi dengan Bunda.. Aku ingin Bunda tahu apa yang aku rasakan sejak Bunda memutuskan untuk berkarir di luar rumah. Aku ingin menungkapkan apa saja tentang aku sama Bunda. Aku ingin bercerita tentang teman-teman di Sekolah, tentang guru-guruku. Aku juga ingin bercerita tentang kebiasaan-kebiasaan terbaru aku. Apalagi saat ini usiaku sudah menginjak remaja.

Bunda, hari ini usia aku tepat dua belas tahun, usia dimana seorang anak mulai menginjak masa remaja. Aku sekarang sudah besar Bunda.. Kata Mbak Inah, aku cantik seperti Bunda.. Aku sudah berubah menjadi gadis manis seperti harapan Bunda..Tapi… apakah Bunda masih ingat dengan harapan Bunda yang pernah Bunda ucapkan enam tahun yang silam?.. Mungkin saja Bunda sudah tak ingat dengan apa yang pernah Bunda harapkan dulu. Bahkan untuk tahu kebiasaan baru apa yang sering aku lakukan, mungkin saja Bunda sudah tidak peduli lagi dengan apa yang aku rasakan selama ini...

Bunda.. sejujurnya dihari bahagia ini, aku justru merasakan kesedihan yang teramat dalam, Aku sedih karena Bunda tidak bisa menemani hari bahagia aku. Aku merayakan hari ulang tahunku hanya ditemani mbak tanpa Bunda disisiku... Bunda hanya menitipkan kado kecil yang terbungkus rapi diserta selembar kertas ucapan selamat ulang tahun dan permohonan maaf karena Bunda harus ke luar Kota memenuhi undangan dari anak Perusahaan tempat Bunda bekerja.

Ada rasa kecewa dalam hatiku.. Namun aku hanya bisa diam dan mengungkapkan kekecewaanku lewat goresan-goresan. Aku tak mau buat Bunda sedih karena tahu aku kecewa Bunda tidak menemani aku di hari ulang tahunku. Aku sadar Bunda bekerja bekerja demi memenuhi kebutha aku, meskipun sejujurnya aku tidak memerlukan semua yang Bunda berikan.. Sejujurnya aku hanya membutuhkan perhatian dan kasih sayang Bunda.

Bunda memang ingin buat acara untuk merayakan hari ulang tahunku, tapi aku menolaknya. Aku tahu Bunda melakukan itu karena ingin menyenangkan aku.. Bunda ingin buat aku bahagia. Namun percuma saja Bunda menghabiskan dana banyak buat meyenangkan hatiku.. Karena yang aku inginkan, keberadaan bunda disisiku.. Bukan perayaan ulang tahunku dengan pesta yang gemerlap.

Bunda… Sejujurnya saat ini aku ingin menagih janji yang pernah Bunda ucapkan dulu. Bunda sudah terlalu lama tidak bersamaku lagi. Aku ingin meminta waktu Bunda sahari saja buat aku mengungkapkan kerinduanku selama ini terhadap Bunda. Aku ingin Bunda ikut merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku sangat membutuhkan Bunda… Apalagi saat ini aku sudah mulai remaja.. Aku ingin Bunda mengajari aku, bagaimana seorang gadis remaja menjalani kehidupannya. Namun Bunda benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan apa yang aku inginkan dari Bunda. Bunda sudah mau tahu lagi dengan segala yang aku lakukan. Bunda..

Bunda masih ingat enam tahun yang lalu.. di hari ulang tahunku yang ke enam tahun.. Bunda berbisik kepadaku sambil mengucapkan selamat ulang tahun buatku.

“ Sayang… Selamat ulang tahun.. Semoga kamu kelak jadi gadis Bunda yang selalu manis buat Bunda. Sayang.. Bunda janji.. Bunda tidak akan pernah mengecewakan kamu.. Bunda akan selalu membuat kamu tersenyum bahagia seperti saat ini.. Bunda juga tidak akan pernah meninggalkan kamu sedetikpun juga..Karena Bunda tidak ingin melewatkan setiap perkembangan pertumbuhan kamu, sampai nanti kamu menjadi gadis dewasa.. “ Bisik Bunda pada waktu itu sambil peluk aku erat. Aku yang mendengar tersenyum senang karena aku memiliki Bunda yang begitu perhatian pada diriku. Tidak pernah aku bayangkan.. Pelukan hangat Bunda pada waktu itu merupakan pelukan terakhir buat aku.

Sampai pada suatu hari tepat sebulan setelah hari ulang tahunku, Bunda memanggilku... “Sayang… sini duduk dipangkuan Bunda.. Bunda ingin mengatakan sesuatu ke kamu.”Panggil Bunda lembut. “Sayang.. Mulai hari senin Bunda kerja. Kamu nanti ditemani Mbak di rumah. Sayang.. Bunda bekerja untuk kamu.. Buat masa depan kamu. Kamu jangan sedih ya.. Karena Bunda melakukan ini semua demi kamu. Bunda akan memenuhi semua kebutuhan kamu” Ucap Bunda penuh dengan kelembutan pada waktu itu sambil peluk aku erat. Aku hanya membalas pelukan hangat Bunda tanpa bicara satu katapun

“ Tapi Bunda janji sayang.. Bunda akan tetap punya waktu untuk menemani kamu bermain. Bunda akan tetap mengajak kamu jalan-jalan di hari libur.. Bunda akan belikan kamu apa saja yang kamu suka” Janji Bunda untuk menyenangkan hatiku.

“Bunda juga janji tidak akan pernah meninggalkan kamu lama-lama, karena Bunda tidak ingin kehilangan kamu, Bunda tidak ingin melewatkan setiap perkembangan pertumbuhan kamu, sampai kamu nanti menjadi gadis manis buat Bunda.. Bunda tidak ingin kehilangan masa depan kamu .” Bisik Bunda lembut sambil peluk aku erat.

Aku hanya diam tak bergeming mendengarkan janji yang Bunda ucapkan ke aku.. Saat itu yang aku rasakan, Aku tak bisa bermain lagi kalau Bunda sudah mulai bekerja.. Namun aku juga tidak mau buat Bunda sedih karena rasa kecewaku yang mendengar Bunda akan bekerja dan pastinya akan meninggalkan aku.

Bunda… Sejak Bunda memutuskan untuk bekerja kembali sebulan setelah hari Ulang Tahunku, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan buat masa depanku, sejak saat itu pula aku di rumah kesepian. Ya.. walaupun di rumah ada si Mbak yang menemani aku dan mengurus semua keperluan aku.. dan setiap pulang kerja, Bunda selalu bawa oleh-oleh buat aku dan menghadiahi aku mainan yang bagus-bagus dan mahal-mahal, tapi aku tetap merasa sepi tanpa Bunda.. Aku telah kehilangan waktuku bersama Bunda… Aku tetap saja merasa sendirian di rumah.

Bunda..Awal-awal Bunda bekerja, Bunda memang masih menyempatkan untuk mengajak aku bercerita sepulang Bunda bekerja dan menanyakan apa saja yang aku lakukan selama seharian di rumah. Setiap pagi Bunda juga masih menyempatkan diri ke kamarku hanya untuk mencium keningku sebelum Bunda berangkat bekerja. Namun seiring perjalanan karir Bunda, Bunda mulai terasa begitu jauh dariku..

Bunda tak lagi ada waktu untuk mengajak aku bercerita, bahkan untuk mengecup keningku setiap Bunda mau berangkat ke Kantor pun sudah tidak Bunda lakukan lagi. Setiap malam, kebiasaan Bunda mendongengkan aku sebelum aku tidur sudah tidak ada. Sejak Bunda bekerja dan sering pulang malam, aku tak pernah lagi merasakan pelukan hangat Bunda. Aku hanya ditemani sepi dan dinginnya gelap malam. Hanya bantal guling dan boneka-boneka yang menjadi temanku di kamar.

Hari-hari pertama aku masuk Sekolah Dasar pun seperti biasanya Bunda hanya menyerahkan segala keperluanku sama Mbak Inah, karena kesibukan Bunda yang luar biasa. Bahkan ketika aku merengek minta ditemani Bunda ke Sekolah, Bunda selalu menjawab “Bunda sudah telat berangkat ke Kantor.. Sayang. Kamu ditemani mbak Inah dan Pak Maman saja ya!”

Bunda, aku ini sebetulnya anak siapa? Setiap hari mbaklah yang selalu menyiapkan pakaian ganti ketika aku mau mandi.. Mbak juga yang menyiapkan aku makan dan menemani aku makan… Bunda ada dimana?... Tidak adakah waktu bunda sedikitpun buat mengurus aku?.... Tidak adakah waktu bunda untuk bersama aku lagi?... Aku kangen sentuhan lembut tangan Bunda. Aku kangen makanan yang disajikan lewat tangan lembut Bunda.

Bundaku sayang, sejak Bunda hampir tidak pernah di rumah, aku hanya bermain sama si Mbak dan ditemani boneka-bonekaku yang tidak bisa diajak bicara. Hatiku terasa sepi Bunda.. Bunda tidak pernah menemaniku bermain lagi...Bunda hanya menghadiahi aku mainan saja tanpa mengajak aku bermain.... Padahal aku ingin bermain-main, bersenda gurau penuh canda tawa sama Bunda… Kenapa bukan hadiah satu hari bersama Bunda yang Bunda berikan?.. karena hadiah itu yang aku harapkan…. Kapankah aku bisa brmain bersama Bunda lagi?...

Bunda….. jika aku tanya sama si Mbak, “kenapa Bunda sekarang sibuk sekali? selalu tidak pernah ada di rumah?..”, jawaban si Mbak.. “Bundanya dedek kan cari uang buat dedek juga… Buat beliin dedek mainan, bla..bla..bla..” aku kok jadi bingung, apa aku bahagia dengan semua ini.. aku hanya berteman sepi..

Bunda.. Sejak karir Bunda menanjak, Bunda selalu pergi diwaktu aku belum bangun dari tidur, dan pulang ketika aku sudah tidur lagi… Sebetulnya apa yang Bunda cari?.... Bunda hanya mencium keningku sesaat sebelum Bunda pergi, dan Bunda melakukan hal yang sama ketika Bunda kembali lagi ke rumah… semua itu hanya bisa kurasakan didalam mimpi saja. Bunda tidak pernah lagi mendongengkan aku sebelum aku tidur…

Sejak Bunda bekerja, aku kehilangan orang yang medongengkan aku cerita sebelum tidur dan kehilangan orang yang biasa peluk aku sebalum aku tidur. Kadang aku hanya bisa dengar suara Bunda melalui telpon saja, itupun Bunda lakukan hanya sepuluh menit saja disela-sela waktu istirahat meeting Bunda... Saat ini Aku sudah tidak mengenal lagi senyumnya Bunda.. Aku sudah tidak mengenal lagi paras cantik Bunda. Dan mungkin saja Bunda sudah tidak tahu bagaimana perkembangan aku setiap harinya. Bahkan mungkin juga Bunda tidak peduli dengan kebiasaan terbaru aku.

Setiap kali Bunda di rumah, Bunda hanya menyapaku sekilas saja.. “Kamu sudah makan?... Kamu sudah mandi?.. Tak pernah Bunda peluk aku lagi. Tak pernah lagi Bunda ajak aku bersenda gurau. Bahkan sekarang Bunda tak jarang berkata kasar ke aku, jika aku merengek-rengek cari perhatian Bunda.

Bunda.. aku iri, setiap aku lihat teman-temanku bermain…meraka selalu ditemani Bunda mereka bermain. Tidak seperti aku, yang hanya ditemani si Mbak. Aku iri dengan teman- temanku yang selalu ditemani Bunda mereka ke Sekolah. Sedangkan aku hanya selalu ditemani Pak Maman, supir yang khusus antar jemput aku ke Sekolah. Aku ingin sekali Bunda yang mengantar aku ke Sekolah… Yang mendoakan aku ketika aku akan menuntut ilmu. Aku iri melihat kebahagiaan teman-temanku yang bercerita ketika bersama orang tua mereka.

Bundaku sayang…. Masih teringat dalam benakku, saat-saat Bunda belum bekerja. Aku masih teringat Bunda dulu sering mengajak aku jalan-jalan di hari libur, sambil bercerita tentang apa saja. Bunda dulu juga sering memasakkan aku masakan paling enak khas Bunda. Meski makanannya hanya sederhana saja yang Bunda masak. Bunda selalu cerita apa saja yang membuat aku bisa tersenyum mendengar cerita Bunda. Bunda selalu menghibur aku dikala aku sedih. Bunda, selalu memberikan pelukan hangat buat aku diwaktu pagi setelah aku bangun dari tidur, dan malam hari ketika aku mau tidur.

Bunda… Bilakah masa-masa itu terulang kembali?… Masa-masa dimana kita selalu bersama.. Masa-masa dimana Bunda selalu mengajak aku bermain.. Masa-masa dimana Setiap malam Bunda selalu tak pernah absen mendongeng sebagai pengantar tidurku..

Bunda… Aku butuh kehadiran Bunda, bukan uang Bunda.. Aku butuh kasih sayang Bunda, bukan hadih-hadiah mahal dari Bunda. Aku butuh perhatian dan kepedulian Bunda.. Aku butuh teman curhat, apalagi saat ini aku bukan anak kecil lagi yang senang dibelikan hadiah ataupun makanan yang enak-enak...

Aku rindu Bunda… Aku kangen Bundaku yang dulu.. Bunda yang selalu ada didekatku… Bunda yang selalu berikan pelukan hangat buatku… Bunda yang selalu memasakkan makanan yang enak-enak buatku.. Bunda.. aku mengerti, Bunda bekerja untuk aku… untuk membahagiakan aku.. Yang tidak aku mengerti Bundaku sekarang terlalu sibuk…Bunda tidak pernah ada di rumah.

Bunda….. aku kangeeeennnnn…….!!!!

13 komentar:

iphud mengatakan...

aku jga sangat merindukan bundaQ di rumah sana, salam kenal yah ... visit me yah Paimen ngenet gratis

mbah sangkil mengatakan...

jadi terharu hiks...

ajengkol mengatakan...

Kangen almarhumah bunda

addiehf mengatakan...

bunda, dimanakah kau berada (lonely)

bang ciwir mengatakan...

bunda kaulah manusia terkuat di dunia ini

gadgetboi mengatakan...

bunda ... sakitnya sembuh doonk ... :( aku udah kangen makan makanan bunda ....

Glugu mengatakan...

BUnda,,,....

Pojok Pradna mengatakan...

*terharu*

:'(

Ladyonthemirror mengatakan...

Bagaimanapun hubungan bunda tetap dihati

BERBAGI BARENG YUDI mengatakan...

saluut y..tulisannya sgt menyentuh bgt
kt saling bersilaturahmi y, n trmz utk saling mengenalnya y

LILIQ sang pecari bunda mengatakan...

SABar eaaaa,,, bunda kta ingin membahagiakan kta ,,, krna dia sayang sma kta,,, bunda Q jga kangeeeeeeeeeeeeeen bngt ma km,,, walau kmu tak pernah ada di dekat Q ,,, Q jga punya cerita ,,, V cerita Q lain ,,, BUNDA q pilih kasih ama adk2 Q ,,, walaupun begitu V q tak pernah putus asa btwt mendoakan yaw,,, bunda I LOVE YOU ALWAYS 43V3R

obat tradisional kanker rahim mengatakan...

ingin mengeluarkan air mati bacanya juga :(

obat tradisional leukimia mengatakan...

salam kenal

Poskan Komentar