Sebetulnya Undang-undang untuk penguna kendaraan bermotor apa sih? setahuku untuk KTP saja, kita bisa punya KTP pada saat usia 17 tahun. Lalu bagaimana dengan SIM, yang dijadikan penunjang bagi para pengendara.
Aku yach heran dengan kondisi para supir angkot disekitar perumahanku. Kalau sudah tengah hari.. supirnya berganti dengan anak-anak bawah umur.
Aku tinggal di Perumahan Griya Asri 2 Tambun Bekasi. Memang angkot masuk ke Perumahan kami. Hal ini sangat memudahkan penduduk yang yang belum punya kendaraan pribadi, karena tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh. Angkot sudah setia menunggu penumpang yang ingin menggunakan jasanya.
Namun ada satu hal yang membuat aku agak khawatir kalau naik angkot.. Kalau sudah agak siang atau pun agak malam.. supir-supir angkot itu kebanyakan anak-anak yang masih dibawah umur. Bahkan aku sekeluarga sempat tidak mau naikangkot, karena ketika dilihat, supirnya masih kecil banget... masih kanak-kanak.
Duuhhhh... kok bisa yach para pemilik angkot mengizinkan mereka membawa angkot, meskipun hanya sampai pintu gerbang yang nantinya ganti supir lagi. Padahal jarak anatara Blok rumah ku dan pintu gerbang juga agak lumayan jauh.
Aku selalu was-was setiap naik angkot, apalagi kalau mereka membawanya mobilnya ngebut.. main kejar-kejaran dengan angkot yang didepannya. Kok yach mereka menganggap penumpang itu hanya benda mati... padahal kan yang mereka bawa adalah makhluk yang bernyawa.
Menurutku bukan tidak boleh anak-anak belajar bawa mobil. Tapi kalau kapasitasnya belajar membawa mobil angkutan penumpang... maka itu perlu difikirkan ulang... karena kalau terjadi apa-apa anntinya siapa yang bertanggung jawab??...
Jujur saja setiap aku naik angkot dari perumahanku dan yang bawa angkot itu masih anak dibawah umur.. tak henti-hentinya aku berdoa untuk keselamatan aku dan penumpang lainnya... Anehnya kalau pada saat aku gak mau naik angkot yang supirnya anak-anak itu... ketika aku menunggu angkot lainnya... angkot yang dibelakangnya tidak mau berhenti. Mungkin mereka sudah buat kesepakatan.. tapi bagaimana dengan aku yang menjadi penumpang... apa jaminannya??...
*ini PR siapa yach...??*
Pengunjung Yang Terhormat, tampilan baru Blog ini tidak menghapus konten lama tentang TAKAFUL yang telah di-migrasi-kan ke
www.afrianti.info
Silahkan berkunjung!...
www.afrianti.info
Silahkan berkunjung!...
Minggu, 2009 Mei 24
Sabtu, 2009 Mei 23
Hak Anak .... Kewajiban Orang Tua
"aku belum bisa dikatakan wanita sempurna." keluh temanku pada suatu hari. Aku yang mendengarnya menjadi heran, karena menurutku temanku ini adalah wanita yang sempurna... cantik, pintar dan sukses juga dalam karirnya.
"Aku belum bisa jadi ibu yang baik buat anak-anakku..." jawaban tamanku seolah-olah tau apa yang aku fikirkan.
"anak-anakku semua diasuh sama pembantu. yaaa... meskipun mereka ada didekat aku, namun keseharian mereka bukan sama aku. Pekerjaan aku sudah membuat aku jauh dari mereka." cerita temanku pada waktu itu.
Kadang aku heran juga, banyak wanita yang membuang anaknya, bapak yang memperkosa anak wanitanya, orang tua yang membunuh anaknya, padahal anak adalah amanah yang Allah titipkan pada kita yang mesti dijaga. Dan pada saatnya tiba... kita harus mempertanggung jawabkan semua yang Allah amanahkan pada kita. tidak seharusnya kita menelantarkan apa yang telah Allah titipkan pada kita.
Hak anak atas kita adalah memberikan nama yang baik, yaitu nama yang mengandung doa, mengajarkan Al-Quran dan ibu yang baik. (Hadits)
Hadits diatas sanagatlah jelas... orang tua mempunyai kewajiban terhadap anaknya. kewajiban terhadap pemberian nama dan panggilan terhadap anak, dengan panggilan yang baik. Janganlah sekali-kali kita memanggil dan menghardik anak kita dengan nama yang buruk karena itu akan berpengaruh dengan kepribadian mereka nantinya.
Orang tua juga berkewajiban memperkenalkan kitab suci yang menjadi pedoman hidup, dan mengajarkan isi kandungan kitab suci terhadap anak-anaknya.
Dalam hadits diatas juga di jelaskan, setiap ayah berkewajiban memberikan ibu yang baik buat anaknya... Dalam hal ini adalah ibu yang tidak hanya bisa melahirkan, namun juga mengasuh dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang.
"Al-ummu madrasatun" .... setiap ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Dalam hal ini ibu harus mampu memberikan pembinaan yang baik buat anaknya. Ibu yang memahami bagaimana kejiwaan anak, dan ibu yang mampu mengarahkan setiap langkah-langkah anaknya dengan baik. Ibulah yang membuat anak itu menajadi baik dan ibu pula yang membuat anak itu menjadi buruk.
Namun bagaimana dengan orang tua yang menelantarkan anaknya, yang membuang anaknya begitu saja, yang tidak memberikan hak-hak terhadap anaknya. Bagaimana dengan orang tua yang selalu meghardik anak-anaknya. bagaimana dengan orang tua yang selalu membuat anaknya menangis?.... Bagaimana pertanggung jawabannya kelak??...
"Wallahu a'laam"
Label:
anak,
Hak dan kewajiban,
Peran orang tua
Selasa, 2009 Mei 19
"..... duuuhhhh.... Gak Janji deh!"
"Almummu madrosatun... yang artinya ibu adalah sekolah... maksudnya pembimbing buat anak-anaknya" ingat dalil ini aku jadi ingat dengan komitmen aku jauh sebelum menikah. Aku dulu paling tidak mau jadi wanita karir pergi pagi pulang malam. Apalagi ketika sudah berumah tangga yang pastinya meninggalkan suami dan meninggalkan anak.
Sejak lulus sekolah, aku lebih memilih aktifitas yang jumlah jamnya sedikit. Meski ada peluang pada saat itu untuk bekerja di salah satu bank syariah. Aku lebih memilih mengajar meski dari segi penghasilan tidaklah seberapa.
Pada saat aku mengejar.. aku menjadi tempat curhat anak didik aku.. mereka kesepian selama diinggal orang tuanya bekerja. Aku yang mendengarkan curhat mereka merasa miris. Aku hanya mengigatkan mereka, kalau mama papa nya bekerja semata-mata untuk memberikan kebahagiaan buat anaknya.
Jauh dalam lubuk hatiku, aku sangat sedih mendengarkan keluhan anak didikku. Aku jadi kebayang.. kalau aku sudah berumah tangga nanti dan memiliki anak, aku masih keluar rumah untuk bekerja, gimana dengan anak-anak aku?
Aku juga sering perhatikan disekeliling aku yang kedua orang tuanya bekerja, anaknya-anaknya hanya tinggal sama pembantu. "......duuuhhhhh....... gak janji dehhhhh!!"
Label:
aku cerita aku.
Senin, 2009 Mei 18
Cah Sholihah Punya Bisnis baru
Sebagai seorang wanita yang ruang geraknya sangat terbatas dibandingkan dengan laki-laki, aku yang sehari-hari menjadi Agen Asuransi di PT.Asuransi Takaful Keluarga saat ini sedang mencoba untuk mengembangkan bisnis baru, yaitu bisnis online yang bisa dikerjakan di rumah saja.
Aku memutuskan untuk mencoba bisnis ini karena aku ingin beraktifitas tanpa harus keluar rumah dengan meninggalkan anak-anak di rumah. memang sekarang aku belum memiliki momongan, namun aku mencoba untuk mulai dari sekarang mempersiapkan brkarir dirumah, supaya setelah nanti punya momongan, aku tidak perlu meninggalkan anak dalam berkarir.
Aku tertarik dengan bisnis ini berawal dari seorang calon nasabah yang memperkenalkan aku. Namun pada saat itu aku belum mengambil keputusan sampai akhirnya teman aku yang sama-sama menjadi Agen memperkenalkan bisnis yang sama. Saat diperkenalkan memang aku belum mengambil keputusan juga. Keputusan ini aku ambil setelah aku sharing dengan beberapa teman di facebook.com yang sudah mengikuti bisnis ini dan sukses menjalani.
Setelah sharing itulah akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dangan temanku kiki yang sudah terlebih dahulu menikuti bisnis ini.
Bisnis online ini memang sangat cocok untuk para ibu yang ingin tetap punya penghasilan tanpa harus keluar rumah, tanpa harus meninggalkan putra putrinya.... apalagi meninggalkan putra putrinya yang masih membutuhkan perhatian dan bimbingan dari orang tuanya terutama ibunya.
*Melakukan perubahan diri untuk mengarah ke yang lebih baik... Amiin*
Label:
aku,
kegiatan aku
Jumat, 2009 Mei 15
Ceritaku di Tanggal 9 mei
Tepat di hari 1 tahunnya pernikahan aku tanggal 9 mei kemarin, aku dan mama menghadiri pertemuan keluarga besar Kampung Supayang yang terletak di Kabupaten Tanah Datar Kecamatan Salimpaung Sumatera Barat. Kegiatan tersebut memang diadakan setiap 2 bulan sekali, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturrahim perantauan yang ada di Jakarta.
Pertemuan kali ini diadakan di Taman Mini Indonesia Indah tepatnya di anjungan rumah adat minang. Aku sih sebetulnya hanya menemani mama saja ke pertemuan itu, karena kebetulan aku sedang berada di Jakarta. Aku juga tidak tahu siapa yang memprakasai acara yang biasanya diadakan dari rumah ke rumah... ini kok tumben diadakan di TMII tepat dengan 1 tahunnya pernikahan aku.
Bolak-baliknya aku Solo Jakarta, membuat aku tidak sempat lagi menemani mama. Dan pada akhirnya mama pun jarang hadir ke pertemuan tersebut.
Aku dan mama sampai di TMII tepat jam 10 pagi dalam kondisi hujan deras pada saat itu. Jadilah aku dan mama hujan-hujanan sambil mencari tempat berteduh. Setelah agak reda, kami pun meneruskan ke tempat acaranya.
Memang orang Indonesia suka yang ngaret-ngaret, acara yang semuala direncanakan jam 10 pagi… baru dimulai jam 1 siang.. Sebelum acara kami yang sudah lapar… milih makan dulu setelah aku ambil foto
Aku yang sudah tidak konsen, memilih untuk memisahkan diri… mencari cari barang souvenir sambil menunggu mama yang sedang asyik kangen-kangenan dengan sesamanya.
Acarapun bubar jam 4 sore. Lagi-lagi kami berdua nyasar, tidak ketemu pintu keluar… Setelah puatar-putar sambil bertanya-tanya akhirnya aku dan mama menemukan juga pintu keluar TMII.. (doh)
*Maklum TMII bukanlah tempat pavorit aku.. Tapi tempat kegiatan aku selama aktif di IQRO CLUB… Jadi yach sudah lupa dimana pintu keluarnya.. hehehe*
Langgan:
Entri (Atom)








